Mahasiswa KKN UNS Gelar Pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Ramah Lingkungan

Temanggung, 21 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) dari kelompok 115 dan 114 mengadakan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk ramah lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, tepatnya di Gudang Haji Hari. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengolah limbah pertanian, khususnya kulit kopi, dengan metode vermikompos. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Bapak Muhammad Hanif, Ketua BPP PPL Kecamatan Kledung, dan Bapak Sriyanto, pemilik usaha pupuk kascing/vermikompos. Keduanya memberikan wawasan mendalam tentang teknik pengolahan limbah organik dengan metode vermikompos dan manfaatnya bagi sektor pertanian

 

Pelatihan ini berfokus pada teknik pembuatan pupuk organik menggunakan cacing tanah yang mampu menguraikan sampah organik menjadi kompos berkualitas tinggi. Proses pembuatan vermikompos dalam pelatihan ini menggunakan cacing Lumbricus rubellus dengan campuran kohe kambing sebagai bahan utama. Dengan banyaknya limbah kulit kopi yang dihasilkan dari aktivitas pertanian masyarakat setempat, metode vermikompos diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

 

Vermikompos memiliki banyak keuntungan bagi lingkungan dan pertanian. Selain ramah lingkungan karena mampu mengurangi limbah organik dan mencegah pencemaran tanah serta air, vermikompos juga menghasilkan pupuk berkualitas tinggi yang kaya akan nutrisi penting bagi tanaman, termasuk mengandung Nitrogen, Fosfor, dan Kalium. Penggunaannya dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki strukturnya dan meningkatkan jumlah mikroorganisme yang bermanfaat. Selain itu, pembuatan vermikompos lebih ekonomis karena dapat menghemat biaya dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia. Proses pembuatannya juga sederhana dan dapat diterapkan oleh petani secara mandiri.

 

Pembuatan vermikompos dilakukan dengan menyiapkan wadah atau tempat khusus sebagai media kompos. Bahan utama berupa campuran kohe kambing dan kulit kopi dimasukkan ke dalam wadah tersebut, kemudian cacing Lumbricus rubellus ditambahkan untuk membantu proses penguraian. Selama proses ini, kelembaban lingkungan harus dijaga agar tetap stabil dan bahan organik tidak terkena sinar matahari langsung. Proses dekomposisi ini perlu diawasi dan diaduk secara berkala untuk memastikan hasil yang optimal. Dalam waktu 15 hari, vermikompos siap digunakan sebagai pupuk organik berkualitas tinggi.

 

Manfaat vermikompos bagi tanaman sangat beragam. Pupuk ini mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan memberikan nutrisi yang cukup serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan serangan hama. Selain itu, penggunaan vermikompos dapat meningkatkan hasil panen baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tanah yang diberi vermikompos juga menjadi lebih gembur dan kaya akan mikroorganisme, sehingga lebih subur dan sehat. Dengan penggunaan pupuk organik ini, ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dapat berkurang, sehingga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah yang tepat guna serta penerapan metode pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini termasuk dalam upaya mewujudkan SDGs desa poin 15, yang bertujuan untuk melindungi dan memanfaatkan ekosistem daratan secara berkelanjutanProgram ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
chat
chat
...
EKRAF: DERKO COFFEE

Pelaku: SUGI
Produk: PEMBUATAN MESIN PENGOLAH KOPI DAN ROASTING KOPI
Alamat: Desa Tlahab RT 19
Kontak: 081329353008

Lihat